shadow

Contoh Surat Perjanjian Sewa Mobil Berupa Dokumen Resmi Perusahaan

Surat Perjanjian Rental Mobil di Cirebon Atau disebut Sewa mobil yang digunakan untuk Personal maupun Perusahaan

 

Mendekati Akhir tahun 2017 dan Awal Tahun 2018 ini makin banyak penyewaan mobil untuk lepas kunci, baik digunakan untuk liburan ( tamasya ) akhir tahun , liburan natal ataupun untuk kebutuhan sewa mobil perusahaan . Untuk mengadakan perihal rental mobil contohnya ada di kota cirebon ini maka kami dari PT.Digital Sarana Transportasi membuat prosuder dan syarat syarat yang berkaitan dengan sewa mobil lepas kunci atau disebut tanpa driver, untuk grab

Hal ini kami lakukan untuk saling mengikat perjanjian sewa mobil yang sederhana berikut hak dan kewajiban antara penyewa mobil dengan pemilik kendaraan yang disewakan , supaya kedua belah pihak bisa memenuhi aturan yang saling menguntungkan baik sistem dalam waktu singkat , harian, mingguan ataupun bulanan bahkan tahunan. Berikut ini adalah surat perjanjian sewa mobil dengan format yang kami copy paste document microsoft word atau bisa langsung di copy dari pdf rent car cirebon

surat perjanjian sewa mobil
Kerjasama bisnis rental mobil. Termasuk Contoh surat perjanjian sewa mobil di cirebon

SURAT PERJANJIAN SEWA MOBIL

 

Pada hari ini Senin, tanggal 02 Desember 2017,  yang bertanda  tangan  di bawah ini:

 

  1. Nama                           :

Pekerjaan                     :

Jabatan                        :

Alamat                        :

Nomer KTP / SIM      :

Telepon                       :

 

Dalam hal ini bertindak untuk atas

Nama Perusahaan                    :

Alamat                                    :

 

 

 

Dan Selanjutnya disebut  PIHAK PERTAMA

 

  1. Nama                          :

Pekerjaan                     :

Alamat                        :

 

Nomer KTP / SIM      :

Telepon                       :

 

Dan  selanjutnya disebut  PIHAK KEDUA

 

Kedua belah pihak dengan ini menerangkan bahwa PIHAK  KEDUA selaku pemilik sah  telah  setuju untuk menyewakan kepada PIHAK PERTAMA, dan PIHAK PERTAMA telah setuju untuk menyewa 1 buah mobil dari PIHAK KEDUA berupa:

 

  1. Jenis Kendaraan : Mobil Penumpang
  2. Merek / Type : Daihatsu / Xenia R M/T F653RV – GMDFJ
  3. Tahun Pembuatan :
  4. Nomor Polisi :
  5. Nomor Rangka              :
  6. Nomor Mesin :
  7. Warna                          : Putih
  8. Kondisi Barang              : Baik

 

Untuk selanjutnya disebut  KENDARAAN.

 

Selanjutnya kedua  belah  pihak  bersepakat  bahwa  perjanjian  sewa-menyewa KENDARAAN   antara PIHAK KEDUA dan PIHAK  PERTAMA ini berlaku sejak tanggal penandatanganan  surat perjanjian ini dimana  syarat-syarat  serta  ketentuan-ketentuan dalam surat perjanjian ini diatur dalam  12 (dua belas)  pasal, sebagai berikut:

 

 PASAL 1

MASA BERLAKUNYA PERJANJIAN SEWA

 

Ayat 1

Sewa-menyewa ini dilangsungkan  dan diterima untuk jangka waktu 6 (enam) bulan,  terhitung  sejak  tanggal  (06 Juni 2017) dan berakhir pada tanggal (06 Desember 2017).

Ayat 2

Setelah  jangka  waktu  tersebut  lampau,  maka  sewa-menyewa  ini  dapat diperpanjang  untuk  jangka  waktu  dan  dengan  syarat-syarat  serta  ketentuan-ketentuan yang akan ditentukan dalam Surat Perjanjian tersendiri.

 

PASAL 2

HARGA SEWA

 

Ayat 1

Harga sewa atas KENDARAAN untuk seluruh jangka waktu  sewa perbulan berjumlah  Rp.3.500.000 (Tiga Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) yang akan dibayarkan PIHAK  PERTAMA tanggal 06 setiap bulannya.

 

Ayat 2

Surat Perjanjian ini berlaku sebagai tanda bukti pelunasan yang sah dari sejumlah uang sewa  KENDARAAN termaksud.

 

PASAL 3

KETENTUAN-KETENTUAN KHUSUS

 

Ayat 1

Sebelum  jangka  waktu  sewa-menyewa  seperti  yang  tertulis  pada  pasal 1 ayat 1 Surat  Perjanjian  ini  berakhir,   PIHAK  KEDUA   sama  sekali  tidak  dibenarkan meminta PIHAK  PERTAMA untuk mengakhiri jangka waktu kontrak ataupun menyerahkan kembali KENDARAAN tersebut  kepada   PIHAK  KEDUA, kecuali terdapat kesepakatan di antara Kedua belah pihak.

 

Ayat 2

PIHAK KEDUA  untuk persewaan  ini tidak  diperbolehkan  untuk  memungut uang sewa tambahan lagi dari  PIHAK PERTAMA  dengan alasan atau dalih apa pun juga.

 

PASAL 4

PENYERAHAN KENDARAAN

 

PIHAK KEDUA menyerahkan KENDARAAN kepada PIHAK PERTAMA setelah ditandatanganinya Surat Perjanjian ini berikut Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) dari  KENDARAAN  yang dimaksud.

 

PASAL 5

HAK DAN TANGGUNG JAWAB PIHAK PERTAMA

 

Ayat 1

PIHAK  PERTAMA  berhak  sepenuhnya untuk  menggunakan KENDARAAN yang disewanya dengan Perjanjian ini.

 

Ayat 2

Mengingat  KENDARAAN telah dipegang oleh PIHAK PERTAMA sebagai penyewa,  karenanya PIHAK PERTAMA bertanggung jawab penuh  untuk merawat dan  menjaga  keutuhan  serta  kebaikan  kondisi   KENDARAAN   tersebut  sebaik-baiknya atas biaya  PIHAK PERTAMA (maksimal senilai Rp. 500.000).

 

Ayat 3

Apabila perjanjian sewa-menyewa ini berakhir, PIHAK PERTAMA wajib menyerahkan kembali  KENDARAAN  tersebut kepada  PIHAK KEDUA  dalam keadaan  jalan,  terawat  baik  dan  kondisinya  lengkap  seperti  ketika PIHAK PERTAMA  menerimanya dari  PIHAK KEDUA .

PASAL 6

LARANGAN-LARANGAN

 

Ayat 1

Status  kepemilikan   KENDARAAN   tersebut  di  atas sepenuhnya  ada di tangan PIHAK  KEDUA   hingga PIHAK  PERTAMA dilarang melakukan  perbuatan-perbuatan yang bertujuan untuk memindahtangankan kepemilikannya, seperti:

  1. Menjual,
  2. Menggadaikan,
  3. Memindahtangankan atau  melakukan  perbuatan-perbuatan  lain  yang bertujuan untuk memindahtangankan kepemilikannya.

 

Ayat 2

Pelanggaran PIHAK  PERTAMA atas  ayat  1  pasal  ini  merupakan  tindak  pidana sesuai Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

 

PASAL 7

KERUSAKAN DAN KEHILANGAN

Ayat 1

Apabila terjadi  kerusakan  pada KENDARAAN, PIHAK  PERTAMA diharuskan memperbaiki  atau  mengeluarkan  ongkos  biaya  atas  kerusakan  tersebut sehubungan dengan pemakaiannya.

 

Ayat 2

PIHAK  PERTAMA   diwajibkan  mengganti   spare  part    KENDARAAN   yang  rusak akibat  pemakaian  yang  menyebabkan   spare  part   tersebut  tidak  dapat  digunakan lagi dengan  spare part  yang sama.

 

Ayat 3

PIHAK  PERTAMA   dibebaskan  dari  segala  ganti  rugi  atau  tuntutan  dari PIHAK KEDUA   akibat  kerusakan  pada   KENDARAAN   yang diakibatkan  oleh   force majeure. Yang dimaksud dengan  Force majeure  adalah:

  1. Bencana alam, seperti:  banjir,  gempa  bumi, tanah longsor, petir,  angin
  2. Topan serta kebakaran  yang  disebabkan  oleh  faktor  extern   yang  mengganggu kelangsungan perjanjian ini.
  3. Huru-hara, kerusuhan, pemberontakan, dan perang.

 

Ayat 4

Apabila  terjadi  kehilangan  karena  kelalaian PIHAK PERTAMA sendiri, maka PIHAK  PERTAMA diharuskan untuk mengganti dengan KENDARAAN sejenis dengan tahun pembuatan dan kondisi sesuai atau sebanding  dengan KENDARAAN  yang disewanya.

 

PASAL 8

PEMBATALAN

 

Ayat 1

Apabila   PIHAK  PERTAMA   melakukan  pelanggaran atau  tidak  mentaati perjanjian ini maka  PIHAK KEDUA  berhak untuk minta perjanjian ini dibatalkan.

 

Ayat 2

PIHAK  KEDUA   diharuskan  memberitahukan  pembatalan  tersebut  secara tertulis  kepada   PIHAK    PERTAMA  dan   PIHAK  PERTAMA   diwajibkan  menyerahkan kembali  KENDARAAN  yang disewanya selambat-lambatnya 1 (Satu) hari setelah perjanjian ini dibatalkan.

 

Ayat 3

PIHAK  PERTAMA   memberi  kuasa  penuh  kepada   PIHAK  KEDUA   yang  atas kuasanya dengan hak substitusi untuk  mengambil  KENDARAAN  milik  PIHAK KEDUA,  baik  yang  berada  di  tempat   PIHAK  PERTAMA  atau  di  tempat  pihak lain yang mendapat hak dari padanya

 

Ayat 4

PIHAK  KEDUA   berhak  meminta  bantuan  pihak  berwajib  untuk  menarik kembali KENDARAAN   tersebut  dan  segala  biaya  pengambilan  kendaraan tersebut sepenuhnya menjadi beban dan tanggung jawab  PIHAK PERTAMA.

 

Ayat 5

PIHAK PERTAMA   membebaskan   PIHAK  KEDUA   dari  tuntutan  kerugian dari PIHAK PERTAMA  atas pembatalan Perjanjian ini.

 

PASAL 9

PELANGGARAN DARI PIHAK KEDUA

 

Ayat 1

Apabila   PIHAK  KEDUA   melakukan  pelanggaran  atau  tidak  mentaati perjanjian ini, maka  PIHAK KEDUA  wajib memberikan atau membayar ganti rugi kepada  PIHAK PERTAMA .

 

Ayat 2

Besarnya  ganti  rugi  sesuai  ayat  1  pasal  ini  ditetapkan  oleh  (  —-  )  (—– )          jumlah dalam huruf  —– ) orang arbiter yang terdiri dari:

  1. Seorang arbiter yang ditunjuk PIHAK KEDUA ,
  2. Seorang arbiter yang ditunjuk PIHAK PERTAMA , dan
  3. Seorang yang ditunjuk arbiter dari PIHAK KEDUA  dan  PIHAK PERTAMA .

 

Ayat 3

Apabila  keputusan para  arbiter  tetap juga  tidak  memuaskan kedua  belah pihak, masing-masing  pihak  bersepakat  untuk  membawa  dan  menyerahkan  masalah tersebut  kepada  ( Kantor  Kepaniteraan  Pengadilan  Negeri )  untuk mengangkat (  —-  ) (—–  jumlah dalam huruf  —– ) atau ( —- )  (—–  jumlah dalam huruf   —–  )  orang  arbiter  baru  guna  melengkapi  arbiter-arbiter  yang  telah  ada sebelumnya.

 

 

PASAL 10

 

LAIN-LAIN

 

Hal-hal  yang  belum  tercantum  dalam  perjanjian  ini  akan  diselesaikan  secara kekeluargaan atau musyawarah untuk mufakat oleh Kedua  belah pihak.

 

PASAL 11

 

PENYELESAIAN PERSELISIHAN

 

Apabila  terjadi  perselisihan  dan  tidak  bisa  diselesaikan  secara  kekeluargaan  atau musyawarah  untuk  mufakat,  kedua  belah pihak  bersepakat  untuk  menyelesaikannya secara hukum dan kedua belah pihak telah sepakat untuk memilih tempat tinggal yang

umum dan tetap di ( ——  Kantor Kepaniteraan Pengadilan Negeri  —— ).

 

 

         PASAL 12

 

PENUTUP

 

Surat perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua) dengan dibubuhi materai secukupnya yang berkekuatan hukum yang sama yang masing-masing dipegang  PIHAK KEDUA  dan PIHAK PERTAMA  dan mulai berlaku sejak ditandatangani kedua belah pihak.

 

 

 

Pihak Pertama,

 

 

 

 

 

 

 

Cirebon, 02 Desember 2017

Pihak Kedua,

 

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *